Skandal Pencucian Uang di Inter Milan

Erick Thohir, pengusaha Indonesia yang juga Presiden Inter Milan membantah keras dugaan money laundry saat ia membeli klub ternama tersebut. Erick sendiri bahkan menuding bahwa jelang kompetisi Derby Milan berhembusnya kabar ini adalah psywar.

 

Pada tahun 2013 Erick Thohir membeli inter dari Massimo Moratti kemudian Suning Group membeli sebagian besar sahamnya di bulan Juni 2013. Tetapi hingga saat ini Erick masih memegang posisi sebagai presiden klub.

 

Kabar tidak sedap ini berhembus sejak awal minggu saat Erick dituduk melakukan pencucian uang dengan membeli Inter Milan. Harian La Stampa adalah yang pertama kali mempublikasikan berita bandar togel online tersebut.

 

Koran tersebut memperoleh informasi bahwa pihak kepolisian Italia mencurigai dua obligasi bank yang dikeluarkan pada 11 Oktober sampai 15 November 2013. Total nilai transaksi  yang diduga mencurigakan adalah senilai 1.2 triliun rupiah atau 75  juta Euro.

 

Obligasi pada transaksi tersebut konon diterbitkan oleh bang Hong Kong. Sesuai data kepolisian tak ditemukan adanya keterkaitan antara pihak-pihak yang berhubungan dalam transaksi dana yang akhirnya dipakai untuk membeli klub bola populer tersebut.

 

Sebagaimana dikutip oleh Football Italia, sampai saat ini pihaknya belum dapat menemukan data mendetail tentang masuknya dana dari luar negeri tersebut.

 

Erick Thohir membantah gossip pencucian uang

Erick yang mendengar rumor ini kemudian segera membuat pernyataan membantah dengan keras. Menurut pengusaha  asal Palembang ini gossip tersebut sengaja dihembuskan untuk mengganggu konsentrasi para pemain menjelang laga derby VS AC Milan.

 

Kepada beberapa media Erick memberikan keterangan bahwa pihaknya membantah tuduhan pencucian uang dan menduga beredarnya gossip tersebut adalah psywar menjelang laga derby.

 

Perlu diketahui bahwa performa Inter selama dua bulan terakhir ini kurang memuaskan karena pada Serie A yang digelar sejak minggu pertama Desember tahun lalu klub ini hanya menang sebanyak dua kali.

 

Klub Inter saat ini bertengger di posisi 5 dengan 51 point setelah sempat berlaga pada jalur juara, sementara Napoli duduk di puncak dengan selisih 18 angka.

 

Walaupun gossip kurang sedap tersebut telanjur menyebar faktanya tak ada bukti yang membuktikan kebenaran tuduhan tersebut setelah pihak berwajib melakukan penyelidikan. Hal ini sebagaimana dilansir oleh Football Italia bahwa hingga sekarang ini pihak berwenang tak menemukan bukti tindak kejahatan pencucian uang tersebut.

Siapa Erick Thohir?

Saat pengusaha Indonesia ini masuk sebagai pemegang saham mayoritas pada klub sepakbola Inter Milan, publik sepak bola dunia memang dibuat takjub. Bagaimana tidak, untuk membeli saham mayoritas pada klub tersebut Erick harus mengeluarkan dana sebesar 350 juta Euro atau 5.3 triliun rupiah.

 

Sebelumnya ia bahkan telah mempunyai klub sepakbola di Amerika dan pada 2013 mengambil alih kepemilikan Inter Milan dari Massimo Morrati. Lalu darimana sumber kekayaan miliarder Indonesia ini?

 

Ternyata dana untuk membeli Inter Milan berasal dari industry media yang ia miliki. Diketahui bahwa ia mempunyai stasiun televisi, Koran cetak dan surat kabar online, dan radio. Selain itu ia pundi-pundi kekayaannya juga berasal dari bisnis periklanan, penjualan tiket, juga situs-situs hiburan komersil.

 

Seluruh bisnisnya berada dalam payung Mahaka Group yang pada tahun 2009 semakin berkembang hingga didapuk menduduki jabatan presiden direktur dari bisnis Bakrie, yaitu VIVA yang ia rintis bersama Anindya Bakrie.

 

Saat memutuskan untuk membeli Inter Milan ia mengaku bahwa ini adalah hal yang luar biasa dalam hidupnya dan tak sabar untuk segera terlibat dalam klub tersebut. Dengan kekayaannya para fans berharap Erick akan lebih banyak membeli pemain berbakat, namun ia sendiri mengaku tak akan tergesa-gesa merombak tubuh Inter Milan.